Peringatan Maulid Nabi di SMKN Kudu Berlangsung Khidmat, Ratusan Siswa Memadati Aula Sandhyakala Hingga Meluber

Peringatan Maulid Nabi di SMKN Kudu Berlangsung Khidmat, Ratusan Siswa Memadati Aula Sandhyakala Hingga Meluber

KUDU – Memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, SMK Negeri Kudu menggelar kegiatan Maulid Nabi pada Jumat (4/9/2026). Bertempat di Aula Sandhyakala, acara berlangsung sangat semarak dan khidmat. Tingginya antusiasme membuat ruang aula tak mampu menampung seluruh peserta, hingga luapan siswa, guru, dan karyawan meluber ke halaman luar.

Tidak ada rasa syukur yang lebih besar daripada diberi kesempatan untuk hadir dan merasakan khidmatnya peringatan Maulid Nabi. Semoga rasa cinta ini tak pernah pudar

Suasana religius makin terasa saat grup banjari sekolah tampil membawakan lantunan sholawat yang menggelegar, disusul pembacaan ayat suci Al-Qur’an secara khusyuk. Seluruh hadirin berharap agar momentum ini mendatangkan keberkahan bagi keluarga besar SMKN Kudu.

Kepala SMKN Kudu, Erna Kusrini, S.Pd., M.MPd., menegaskan bahwa agenda tahunan ini tidak boleh berhenti sebagai sekadar kegiatan formal.

“Peringatan Maulid Nabi ini bukan sekadar seremonial belaka. Ini adalah momentum bagi kita semua untuk mempelajari dan meneladani akhlak Rasulullah, seperti sifat jujur, disiplin, serta kepedulian terhadap sesama di lingkungan sekolah,” ujar Erna Kusrini dalam sambutannya.

Ia juga berpesan agar pengamalan akhlak mulia tersebut dimulai dari langkah-langkah kecil. “Lakukan mulai dari hal yang mudah. Sekolah berkomitmen menanamkan karakter ini sebagai bekal kalian dalam bermasyarakat kelak,” tambahnya.

Setelah sambutan, acara dilanjutkan dengan pembacaan istighotsah yang dipimpin oleh Ust. Mujahim, S.Pd.I. Memasuki sesi mauidhoh khasanah, Ust. Ipung Kurniawan, S.Pd.I. mengajak seluruh hadirin untuk menata hati dan memupuk rasa hormat kepada Nabi Muhammad SAW.

Mendengar nasehat agama tanpa merasa digurui. Guyonan segar ustadz Ipung sukses bikin ceramah makin masuk ke relung hati

“Sebagai umat Nabi Muhammad, sudah sepatutnya kita memperingati hari kelahirannya. Jika kita merayakannya dengan ikhlas dan penuh cinta, kelak kita akan mendapatkan syafaat beliau di hari akhir,” tutur Ust. Ipung Kurniawan di hadapan para siswa.

Berdiri saat Mahalul Qiyam bukan sekadar tradisi, tapi luapan rindu dan bentuk penghormatan tertinggi untuk Sang Kekasih Allah. Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad

Puncak acara ditutup dengan pembacaan Mahalul Qiyam yang dipandu oleh Ust. Hendrik Hermansyah, S.Pd.I. Seluruh siswa dan dewan guru berdiri seraya melantunkan sholawat, mengakhiri rangkaian peringatan Maulid Nabi dengan penuh kekhusyukan. (zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *