
KUDU – Dalam upaya memperkuat kesiapan kerja dan wawasan industri bagi para peserta didik, SMK Negeri Kudu menggelar kegiatan Industri Mengajar dengan menggandeng PT Citicon Nusantara Indonesia pada Selasa (20/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Citicon Mengajar: Bangunan Tahan Gempa” ini berlangsung meriah dan interaktif di Aula Sandhyakala, mencakup sesi indoor maupun outdoor. Sebanyak empat kelas dari jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) serta Teknik Konstruksi dan Perumahan (TKP) tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari Kepala SMK Negeri Kudu, Erna Kusrini, S.Pd., M.MPd. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya sinergi antara dunia pendidikan vokasi dan dunia industri guna mencetak lulusan yang siap bersaing.
“Arah lulusan SMK kita sangat jelas, yaitu BMW: Bekerja, Melanjutkan studi, atau Bekerja mandiri/Wirausaha. Program Industri Mengajar seperti ini sangat menunjang ketercapaian target tersebut karena menghadirkan ilmu praktis langsung dari ahlinya,” ujar Erna Kusrini saat membuka acara.
Beliau juga berpesan agar para peserta memanfaatkan momentum berharga ini dengan sebaik-baiknya.
“Ikuti kegiatan ini dengan tertib, bahagia, namun tetap serius agar kalian bisa menyerap ilmu yang bermanfaat untuk bekal masa depan,” tambahnya.
Hadir sebagai narasumber utama, Product Development Manager PT Citicon Nusantara Indonesia, Dini Sari, ST., MT, membawakan materi yang dirancang interaktif. Sebelum masuk ke materi inti, Dini mengawali sesi dengan memberikan pertanyaan pemantik untuk menggali pemahaman awal para siswa mengenai fenomena gempa bumi, dampaknya, serta struktur dasar bangunan.
Dalam pemaparannya, Dini menjelaskan empat kunci utama dalam merancang bangunan yang aman dan tahan terhadap guncangan gempa.
“Untuk mewujudkan bangunan yang tahan gempa, ada syarat struktur mendasar yang wajib dipenuhi: fondasi yang kuat, kolom dan balok yang kokoh, sambungan atau ikatan antar-struktur yang presisi, serta pemilihan material dinding yang ringan agar tidak membebani struktur utama,” jelas Dini Sari di hadapan para siswa.

Tak hanya pembekalan teori, suasana kegiatan semakin hidup saat memasuki sesi demonstrasi dan praktik kelompok di area outdoor. Para peserta didik diajak terlibat aktif secara langsung dalam praktik pemanfaatan bata ringan—mulai dari teknik memotong presisi hingga proses merekatkan bata ringan menggunakan perekat khusus, serta menguji simulasi struktur material tahan gempa bersama bimbingan langsung dari tim ahli PT Citicon.
(zen)

