Pertemuan Wali Murid SMK Negeri Kudu: Penguatan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Karakter dan Ekonomi Kreatif

Pertemuan Wali Murid SMK Negeri Kudu: Penguatan Peran Orang Tua dalam Pendidikan Karakter dan Ekonomi Kreatif

KUDU, 12/01/2026 – SMK Negeri Kudu menggelar pertemuan penting dengan para orang tua/wali murid pada tanggal 12 Januari 2026 di Aula Sandhyakala. Acara ini dibagi menjadi tiga sesi, masing-masing untuk wali murid kelas X, XI, dan XII. Pertemuan ini bertujuan untuk menjalin sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung keberhasilan program-program sekolah.

Kepala Sekolah SMK Negeri Kudu, Erna Kusrini, S.Pd., M.MPd, dalam sambutannya mengenalkan berbagai program sekolah, termasuk kerjasama dengan industri seperti AHASS, Semen Gresik dan Varia Usaha Beton. Beliau juga menyampaikan program unggulan sekolah, yaitu SMK N Kudu menuju Sekolah Ekonomi Kreatif dengan fokus utama pada Eco Garden care.

“Kami memiliki lahan yang luas dan akan memanfaatkannya untuk penanaman tanaman sayur dan lain-lain. Ini adalah bentuk dukungan kami terhadap program pemerintah tentang Ketahanan Pangan,” ujar Erna Kusrini. “Selain itu, kami ingin mendewasakan siswa agar mereka terjun langsung memahami dan mempraktikkan ilmu yang didapat sebagai bekal kehidupan setelah lulus.”

Orangtua / wali murid sedang mendengarkan paparan dari Kepala Sekolah

Ketua Komite Sekolah, H. Sjaifuddin, menekankan pentingnya peran serta orang tua dalam mendukung program sekolah. “Keberhasilan program sekolah tidak hanya bergantung dari peran sekolah saja, tapi juga sinergi antara sekolah dan orang tua,” tegasnya.

Beliau juga menyoroti pentingnya pengawasan orang tua terhadap dampak negatif kehidupan sosial di sekitar siswa. “Bapak/Ibu guru memiliki waktu terbatas saat di sekolah, waktu terbanyak ada di orang tua. Oleh karena itu, pengawasan dari orang tua sangat penting,” imbuhnya.

H. Sjaifuddin juga mengajak para orang tua untuk membiasakan anak-anak berhemat dan menyisihkan sebagian uang saku. “Ini penting untuk berbagai keperluan dan kebutuhan sendiri saat PKL (Praktik Kerja Lapangan) atau Kunjungan Industri,” katanya.

Pada sesi interaktif, Anang Ismail, S.Pd, Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, menyampaikan tentang pentingnya 7 kebiasaan anak Indonesia hebat. “Tujuh kebiasaan itu adalah bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat,” jelasnya. “Kami sangat mengharapkan dukungan orang tua untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan ini pada anak-anak kita.”

(zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *