
KUDU – Pemandangan berbeda terlihat pada pelaksanaan upacara bendera hari Senin (14/9/2026) di lapangan SMK Negeri Kudu. Suasana upacara berlangsung makin khidmat dan istimewa dengan hadirnya jajaran Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika), di mana anggota Polsek Kudu bertindak langsung sebagai pembina upacara. Turut hadir pula perwakilan dari Kantor Kecamatan Kudu dan Koramil setempat.
Momen tersebut sekaligus menjadi ajang apresiasi sekolah kepada para siswa yang telah sukses menjalankan tugas sebagai tim Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pada Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026. Penyerahan piagam penghargaan dilakukan di hadapan seluruh peserta upacara.
Dalam amanatnya, Pembina Upacara dari Polsek Kudu secara khusus mengupas dan menggarisbawahi lima poin penting dalam Ikrar Pelajar Indonesia. Beliau menekankan agar para siswa selalu belajar dengan baik demi menuntut ilmu, menjunjung tinggi rasa menghormati orang tua serta menghormati guru sebagai bentuk bakti dan etika, senantiasa rukun sama teman untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, serta senantiasa mencintai tanah air Indonesia sebagai wujud jiwa nasionalisme penerus bangsa.
Ia menegaskan bahwa penerapan nilai-nilai dasar ikrar tersebut secara sungguh-sungguh merupakan fondasi utama bagi lahirnya calon-calon pemimpin masa depan.
“Ke depan akan muncul pemimpin-pemimpin yang luar biasa ketika ikrar tersebut dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” tegas Pembina Upacara dalam amanatnya.
Di akhir pesannya, ia memberikan motivasi membakar semangat seluruh peserta didik agar tidak pernah berhenti berusaha dan berkarya.
“Teruslah berkarya, teruslah menjadi yang terbaik, jangan menyerah karena yang menyerah hanya yang tertimbun di dalam tanah,” lanjutnya memberikan dorongan moral.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri Kudu, Erna Kusrini, S.Pd., M.MPd., menyampaikan bahwa sertifikat yang diterima oleh para anggota Paskibra memiliki makna mendalam yang harus tercermin dalam perilaku sehari-hari.

“Sertifikat bukan sekadar bukti fisik, melainkan simbol kedisiplinan dan kepemimpinan. Siswa diharapkan tetap rendah hati, tangguh, dan menjadi contoh teladan (pioneer) bagi teman-temannya di lingkungan sekolah maupun luar sekolah,” ujar Ibu Erna Kusrini.
Dengan adanya sinergi antara sekolah, kepolisian, TNI, dan pemerintah kecamatan ini, diharapkan para siswa SMKN Kudu makin termotivasi untuk menjaga kedisiplinan, menjauhi hal-hal negatif, serta terus mengukir prestasi demi masa depan bangsa.
(zen)

