
KUDU — SMK Negeri Kudu menggelar kegiatan Gladi Bersih Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Asesmen Nasional (AN) Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, mulai Senin hingga Selasa, 5–6 Oktober 2026. Pelaksanaan simulasi skala besar ini menempati lima laboratorium komputer sekolah guna memastikan seluruh sarana dan prasarana siap menghadapi ujian utama.
Mengusung motto “Semangat, Teliti, dan Jujur”, seluruh peserta didik tampak antusias mengikuti alur simulasi. Sebelum memasuki ruang ujian, para peserta telah dibekali informasi penting yang memuat username, kode server, lokasi ruang, gelombang, hingga sesi pelaksanaan masing-masing.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMK Negeri Kudu, Anang Ismail, S.Pd., menjelaskan bahwa gladi bersih ini merupakan tahapan krusial untuk menguji ketahanan teknis sekaligus kesiapan operasional seluruh elemen sekolah.
“Pelaksanaan gladi bersih bertujuan untuk menguji kesiapan infrastruktur dan sistem melalui pengecekan keandalan komputer, stabilitas internet, serta kinerja server pusat maupun sekolah dalam menangani beban data,” ujar Anang Ismail di sela-sela pemantauan ujian, Senin (5/10/2026).



Ia menggarisbawahi pentingnya mendeteksi potensi masalah teknis sedini mungkin sebelum hari pelaksanaan ujian yang sesungguhnya tiba.
“Langkah ini sekaligus meminimalkan kendala teknis seperti eror aplikasi, gangguan koneksi, hingga ketidaksesuaian data peserta sejak dini,” tegasnya.
Tidak hanya berfokus pada keandalan perangkat keras dan jaringan, kegiatan ini juga menjadi media latihan bagi para petugas pelaksana ujian di lingkungan SMK Negeri Kudu.
“Selain itu, kegiatan ini menjadi ajang penyesuaian prosedur bagi Kepala Sekolah, Proktor, Pengawas, dan Teknisi dalam mensimulasikan alur kerja, pengelolaan token, hingga pengisian berita acara,” tambah Anang Ismail.
Bagi para siswa, gladi bersih ini memberikan kesempatan berharga untuk beradaptasi dengan lingkungan ujian berbasis komputer agar tidak canggung saat pelaksanaan asesmen mendatang.
“Kegiatan ini sekaligus memfasilitasi adaptasi peserta didik agar terbiasa dengan navigasi antarmuka aplikasi, bentuk soal, dan penggunaan timer tes,” pungkasnya.
(zen)

