Observasi Kinerja Kepala SMK Negeri Kudu: Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran Vokasi

Observasi Kinerja Kepala SMK Negeri Kudu: Implementasi Deep Learning dalam Pembelajaran Vokasi

Jombang, 21 Februari 2025 – Pengawas Pembina dari Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Bapak Iksanul Mokhtar, MT, melakukan observasi kinerja Kepala SMK Negeri Kudu, Ibu Amiroh, S.Kom., M.Kom.  Kegiatan yang bertempat di Aula Sandhyakala ini dihadiri seluruh dewan guru SMK Negeri Kudu yang tergabung dalam komunitas belajar Mak Gober (Media Aksi Berbagi).

Paparan Kepala Sekolah

Fokus utama observasi adalah pembelajaran berkualitas dengan pendekatan Deep Learning.  Kepala Sekolah, Ibu Amiroh, menyampaikan paparan dengan antusiasme tinggi, disambut baik oleh anggota Mak Gober.  Suasana diskusi berlangsung dinamis dan interaktif, diselingi permainan edukatif yang menambah semarak kegiatan.

Brainstorming dan diskusi

Pembahasan difokuskan pada tiga pilar utama Deep Learning: mindful learning, meaningful learning, dan joyful learning.  Tidak hanya teori,  Ibu Amiroh juga memberikan contoh-contoh konkret implementasi Deep Learning dalam pembelajaran dan persiapan mengajar, termasuk pengkajian kritis modul ajar Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning.  Para guru secara aktif terlibat dalam mengkaji dan mengkritisi modul ajar tersebut.

Game TSB

Refleksi dari Pengawas

Dalam sesi refleksi, Iksanul Mokhtar menekankan pentingnya penerapan Deep Learning yang spesifik dan relevan dengan konteks SMK Negeri Kudu sebagai lembaga vokasi.  Beliau menyarankan agar implementasi Deep Learning tidak hanya bersifat umum, tetapi disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik pembelajaran kejuruan.  “Observasi ini sangat baik. Namun, perlu diingat bahwa SMK Negeri Kudu adalah sekolah kejuruan. Implementasi Deep Learning harus lebih terarah pada praktik, proyek, dan keterampilan yang relevan dengan bidang keahlian masing-masing jurusan. Jangan hanya teori, tetapi bagaimana Deep Learning dapat meningkatkan kompetensi siswa secara nyata.” tutur Bapak Iksanul mengakhiri refleksinya.

(admin/zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *