Finalisasi KSP 2026/2027: Pengawas Pembina Tekankan Pentingnya Living Document dan Muatan AI di SMKN Kudu

Finalisasi KSP 2026/2027: Pengawas Pembina Tekankan Pentingnya Living Document dan Muatan AI di SMKN Kudu

JOMBANG – SMK Negeri Kudu menggelar agenda krusial dalam menyambut tahun ajaran baru melalui kegiatan Finalisasi Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Kamis (13/8/2026). Bertempat di ruang Wakil Kepala Sekolah (Waka), rapat koordinasi ini dihadiri langsung oleh Pengawas Pembina Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Drs. Zunaidi, M.Pd., serta seluruh jajaran tim manajemen sekolah.

Pencerahan dan arahan dari Pengawas Pembina, Drs. Zunaidi, M.Pd., menjadi masukan berharga bagi perkembangan SMK Negeri Kudu dalam kegiatan Finalisasi Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) Tahun Pelajaran 2026/2027

Kegiatan ini menjadi tahap final verifikasi dan penyempurnaan dokumen kurikulum sebelum disahkan dan diterapkan secara penuh. Dalam pendampingan tersebut, Drs. Zunaidi, M.Pd menegaskan posisi pengawas yang kini bertransformasi menjadi mitra strategis bagi sekolah.

“Saya selaku pengawas pembina hadir di sini bukan untuk menggurui, melainkan untuk membersamai dan memberikan pendampingan, serta memverifikasi dan memberikan rekomendasi terhadap dokumen final sebelum disahkan,” ujar Drs. Zunaidi, M.Pd di hadapan tim manajemen sekolah. Ia juga menambahkan bahwa sesuai arahan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, pengawas sekolah masa depan harus bersikap profesional dan bertindak sebagai mitra sekolah, bukan sekadar memeriksa berkas layaknya polisi.

Sebagai sekolah dengan kategori Mandiri Berubah pada Implementasi Kurikulum Merdeka, dokumen KSP di SMKN Kudu diharapkan tidak sekadar menjadi tumpukan kertas formalitas. Kurikulum harus dirancang secara utuh, sistematis, dan adaptif terhadap kemajuan zaman.

“Dokumen KSP yang akan kita sahkan hari ini harus menjadi living document—dokumen yang hidup dan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, perkembangan dunia usaha dan industri, serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegasnya.

Selain penguatan karakter siswa melalui program anti-bullying dan antikorupsi, salah satu poin baru yang krusial dalam pembahasan KSP kali ini adalah integrasi teknologi digital. Mengikuti kebijakan pemerintah terbaru, SMKN Kudu mulai memasukkan muatan coding dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) sebagai mata pelajaran pilihan demi membekali siswa dengan life skill masa kini.

Langkah ini memperkuat fondasi konsep BMW (Bekerja, Melanjutkan Kuliah, dan Wirausaha) yang selama ini berjalan di SMKN Kudu melalui model pembelajaran Teaching Factory (TEFA) dan Business Center bersama mitra industri. Melalui finalisasi kurikulum ini, manajemen sekolah diharapkan terus memfasilitasi para guru agar aktif memanfaatkan Platform Merdeka Mengajar (PMM) dan mengikuti berbagai workshop peningkatan mutu secara berkelanjutan.

(zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *