Bangun Sinergi Vokasi, SMK Negeri Kudu Gelar Penyusunan RKAS 2026/2027: Serius Tapi Santai, Hasil Maksimal

Bangun Sinergi Vokasi, SMK Negeri Kudu Gelar Penyusunan RKAS 2026/2027: Serius Tapi Santai, Hasil Maksimal

JOMBANG, 01/08/2026 — SMK Negeri Kudu menggelar agenda strategis Prosedur Penyusunan Program Kerja Sekolah sekaligus Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) untuk tahun anggaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari pada Kamis–Jumat (30–31/7/2026) ini mengusung motto utama “Akuntabilitas dan Transparan”. Bertempat di lingkungan sekolah, kegiatan berlangsung dalam suasana yang hangat, santai, dan penuh keakraban, namun tetap berfokus tajam pada target pengembangan mutu pendidikan vokasi.

Kolaborasi tanpa batas untuk masa depan vokasi! Terinspirasi oleh moto “Akuntabilitas dan Transparan”, Rapat Penyusunan RKAS SMK Negeri Kudu 2026/2027 hari ini menjadi wadah dialog produktif semua peserta

Kegiatan ini melibatkan 40 Pelaksana Kegiatan yang terdiri dari jajaran Wakil Kepala Sekolah (Waka), Kepala Program Keahlian (Kaprog), hingga Pelaksana Kegiatan Lainnya seperti Pokja Lingkungan Hidup (LH), Tim Praktik Kerja Lapangan (PKL), Bursa Kerja Khusus (BKK), dan unit kerja terkait lainnya. Untuk menjaga transparansi dan sinergi, Kepala Sekolah juga secara khusus menghadirkan Komite Sekolah dalam penyusunan ini.

Proses tidak pernah membohongi hasil. Melalui diskusi yang santai tapi serius, tim Pokja menyatukan pandangan untuk menyusun kegiatan kejuruan yang linier dengan kebutuhan dunia kerja

Kepala SMK Negeri Kudu, Erna Kusrini, S.Pd., M.MPd., menegaskan bahwa RKAS di tingkat SMK memiliki bobot dan tantangan tersendiri dibanding jenjang sekolah umum. Anggaran yang disusun harus mampu menyentuh esensi pembelajaran kejuruan yang dinamis.

“RKAS kita tidak hanya mencakup operasional standar pendidikan umum, tetapi wajib mengakomodasi kebutuhan spesifik kejuruan—seperti penyediaan bahan praktik siswa, pemeliharaan alat dan bengkel, kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL), pelaksanaan uji kompetensi, penyelarasan kurikulum dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), dan lain-lain,” tegas Ibu Erna Kusrini di sela-sela kegiatan.

Beliau juga membeberkan prinsip utama yang menjadi ruh dalam penyusunan RKAS kali ini, yakni berbasis Rapor Pendidikan/Evaluasi Diri Sekolah (EDS), keterpaduan & komprehensif, partisipatif, transparan & akuntabel, efektif & efisien, serta berorientasi pada hasil (outcome-oriented).

Proses penyusunan anggaran ini melibatkan seluruh elemen pemangku kepentingan (stakeholders) sekolah secara inklusif. Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas, Choiruddin, M.Pd., menjelaskan bahwa keterlibatan lintas unsur ini penting agar setiap kebutuhan riil di lapangan dapat terakomodasi secara presisi.

“Penyusunan RKAS ini melibatkan jajaran yang lengkap, mulai dari Kepala Sekolah, Tim Manajemen yang terdiri dari Bendahara Sekolah, para Wakasek—baik Kurikulum, Sarana Prasarana, Humas/Hubin, Kesiswaan, hingga Ketenagaan/PSDM—serta Kepala Program Keahlian (Kaprog) dan Kepala TU,” ujar Choiruddin.

“Tak hanya itu, kami juga merangkul Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), penanggung jawab kegiatan, Komite Sekolah, serta tentunya Mitra DUDI agar arah penganggaran kita benar-benar linier dengan kebutuhan industri saat ini,” tambahnya.

Meski membahas angka-angka dan program kerja yang kompleks, diskusi kelompok kerja berjalan sangat renyah. Sambil menikmati sajian santai dan sesi curah pendapat (brainstorming) yang interaktif, para peserta berdiskusi tanpa sekat kebingungan, menghasilkan program kerja yang rasional, transparan, dan terukur. Melalui penyusunan RKAS yang partisipatif dan berorientasi pada hasil ini, SMK Negeri Kudu optimistis dapat mengoptimalkan setiap rupiah anggaran demi mencetak lulusan vokasi yang kompeten, berkarakter, dan siap diserap oleh dunia kerja.

(zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *