
Kudu, 7 Mei 2026 — Kegiatan In House Training (IHT) bertajuk Peningkatan Kompetensi Pembelajaran Mendalam di SMK yang diselenggarakan di SMK Negeri Kudu berlangsung aktif dan interaktif. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru, baik guru produktif dari lima kompetensi keahlian maupun guru nonproduktif.
Hadir sebagai narasumber, Kepala SMK Negeri Kudu, Erna Kusrini, S.Pd., M.MPd, serta pengawas pembina Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Drs. Zunaidi, M.Pd. Kegiatan tidak hanya diisi dengan ceramah, tetapi juga diskusi, penugasan individu, presentasi, hingga pemanfaatan aplikasi interaktif seperti Padlet dan Kahoot yang membuat suasana semakin hidup.

Kegiatan IHT ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di SMK Negeri Kudu, sehingga para guru semakin siap menghadirkan proses belajar yang bermakna dan relevan dengan kebutuhan peserta didik di masa depan.

Dalam pemaparannya, Erna Kusrini menekankan pentingnya penguatan kompetensi guru secara menyeluruh.
“Guru perlu terus mengasah empat kompetensi utama, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempatnya harus terintegrasi agar proses mendidik, mengajar, membimbing, dan mengevaluasi peserta didik dapat berjalan efektif,” ujarnya.
Sementara itu, Drs. Zunaidi, M.Pd. menyoroti pentingnya penerapan pembelajaran mendalam melalui penyusunan soal berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS).
“Salah satu implementasi pembelajaran mendalam adalah melalui soal HOTS. Guru perlu membiasakan siswa untuk berpikir kritis dan analitis, bukan sekadar menghafal,” jelasnya.
Peserta pun diajak berdiskusi mengenai strategi konkret dalam menerapkan soal HOTS di kelas sesuai dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran.
Pada sesi refleksi, salah satu peserta, Pravita Mahardhani, S.TP., menyampaikan pandangannya terkait konsep pembelajaran mendalam.
“Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang sangat baik karena tidak hanya menekankan hafalan, tetapi lebih pada pemahaman konsep secara menyeluruh, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, serta penerapan pengetahuan dalam kehidupan nyata,” ungkapnya.
(zen)


