Wujudkan Lingkungan Belajar Kondusif, SMKN Kudu Sukseskan PSAS Genap Berbasis Hibrid

Wujudkan Lingkungan Belajar Kondusif, SMKN Kudu Sukseskan PSAS Genap Berbasis Hibrid

Kudu, 19/05/2026 – SMK Negeri Kudu resmi memulai pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Semester (PSAS) Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Kamis (18/06/2026). Ujian akhir semester ini diikuti oleh seluruh siswa dengan menggunakan sistem hibrid dan terbagi ke dalam 20 ruang ujian.Sistem hibrid yang diterapkan kali ini mengombinasikan dua metode pengerjaan, yakni soal pilihan ganda (multiple choice) berbasis Android dan soal uraian (essay) berbasis kertas (paper-based). Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi sekolah dalam melakukan transisi digital secara bertahap dan bijak.

Koordinasi pengawas ruang

Pada hari pertama pelaksanaan, Kepala SMK Negeri Kudu, Erna Kusrini, S.Pd., M.M.Pd., memberikan arahan dan instruksi tegas kepada seluruh pengawas ruang demi kelancaran dan kenyamanan jalannya ujian. Dalam arahannya, beliau menekankan dua poin krusial yang harus menjadi perhatian bersama.

“Saya meminta kepada seluruh pengawas ruang agar menyampaikan ke anak-anak kita dengan baik. Jangan sampai terjadi hal-hal negatif terhadap siswa di tengah banyaknya kejadian begal, kenakalan remaja, dan sejenisnya saat ini, yang bisa menyebabkan siswa kita terhambat atau bahkan tidak bisa mengikuti ujian,” tegas Erna Kusrini di hadapan para pengawas.

Selain faktor keamanan dan keselamatan siswa, Kepala Sekolah juga menyoroti pentingnya kenyamanan lingkungan belajar selama asesmen berlangsung. “Tolong jaga kebersihan selama ujian. Siapa pun yang menempati ruang tersebut, baik siswa maupun pengawas, bertanggung jawab penuh atas kebersihannya,” imbuhnya.

Semangat PSAS Genap di SMK Negeri Kudu, seorang siswa, tengah fokus mengerjakan ujian dengan penuh kesungguhan di ruang kelas yang kondusif

Di lokasi yang sama, Sekretaris Panitia PSAS SMK Negeri Kudu, Nuriana, S.Pd., memberikan penjelasan mengenai alasan teknis di balik pemilihan sistem hibrid (Android dan kertas) pada semester genap ini. Menurutnya, metode ini merupakan jalan tengah terbaik untuk menjamin hak semua peserta didik.

“Tujuan utama sistem hibrid ini adalah menciptakan sistem penilaian yang fleksibel, berkeadilan atau inklusif, dan efisien. Sekolah tetap bisa melangkah menuju digitalisasi pendidikan tanpa harus meninggalkan atau merugikan siswa yang memiliki keterbatasan fasilitas penunjang,” jelas Nuriana.

Dengan kombinasi ini, pengerjaan soal pilihan ganda melalui gawai dapat mempercepat efisiensi koreksi nilai, sementara lembar kertas untuk soal uraian memberikan keleluasaan bagi siswa dalam menuangkan jawaban secara mendalam tanpa terkendala teknis perangkat.

Hari pertama PSAS Genap di SMK Negeri Kudu ini terpantau berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif. Pihak sekolah berharap seluruh rangkaian ujian yang tersebar di 20 ruangan ini dapat terus berjalan lancar hingga hari terakhir pelaksanaan. (nur/zen)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *