
Kudu, 17 Desember 2025 – Tim dari Puskesmas Tapen menyelenggarakan penyuluhan tentang Kesehatan Reproduksi Remaja, IMS, dan HIV/AIDS di SMK Negeri Kudu. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas X dari lima kompetensi keahlian dan berlangsung di Aula Sandhyakala.
Acara dibuka oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan, Istain, S.Pd, yang mewakili Kepala Sekolah. Dalam sambutannya ia menegaskan, “Simak, cermati materi yang disampaikan. Kami berharap materi juga diperluas pada wawasan tentang LGBT, karena pada hakekatnya remaja yang mengalami perkembangan fisik dan mental sangat perlu dengan wawasan tersebut.”
Tiga narasumber dari Puskesmas Tapen—dua dokter dan satu tenaga kesehatan—menyampaikan materi dengan cara menarik. Tidak hanya berupa ceramah, tetapi juga diskusi interaktif dan pemutaran video. Mereka menekankan bahwa masa remaja 10–18 tahun, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 25 Tahun 2014, merupakan fase penting. “Secara umum remaja belum bisa meregulasi diri tentang reproduksi remaja. Oleh karena itu wawasan ini perlu, termasuk fakta-fakta tentang PMS dan cara mencegahnya,” jelas dr. Amel.
Suasana semakin hidup ketika Arya, siswa kelas X DPIB 1, menyampaikan pendapatnya tentang ciri-ciri pubertas pada remaja laki-laki dengan gaya bahasa khas remaja.

Ketua tim, Ibu Maylina, menegaskan bahwa tema kegiatan “Gen Z kenali dan lindungi masa depanmu dari IMS serta HIV/AIDS” akan menjadi pemantik untuk kegiatan serupa di masa mendatang. “Puskesmas siap membantu program sekolah berkaitan dengan kesehatan,” tuturnya.
(zen)



Berkarya terus membina mental jiwa siswa SMKN Kudu.
Luar biasa, semoga semangat berkarya ini semakin menumbuhkan mental juang dan kreativitas siswa SMKN Kudu