Menggapai Mahabbah dengan Puasa Arafah

Selayaknya seorang pecinta selalu ingin dekat dengan yang dicinta. Bulan Dzulhijjah merupakan salah satu bulan istimewa karena Allah SWT memberikan banyak kesempatan kepada umat Islam untuk lebih dekat dengan-Nya. Sebagai seorang hamba yang ingin mendapakan cinta dari Rabbnya sudah seharusnya kita meningkatkan amal saleh dengan tujuan dan niat hanya mengharapkan keberkahan dari-Nya. Puasa arafah merupakan salah satu amalan yang disukai Allah.

Puasa Arafah adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada tanggal 09 Dzukhijjah. Puasa ini memiliki keutamaan yang tidak boleh ditinggalkan oleh seorang Muslim.

Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Mengenai makna pengampunan dosa dalam hadits tersebut, ulama berbeda pendapat tentang dosa besar dan dosa kecil. Terlepas dari perbedaan pendapat tersebut, Puasa arafah merupakan bentuk kemurahan dari Allah SWT yang akan menjadi sebab diampuninya dosa kita.

Dari keutamaan puasa arafah tersebut, sangat disayangkan jika sampai terlewat. Adapun tata cara Puasa arafah adalah diawai dengan niat Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala. Sahur sama seperti puasa di bulan Ramadhan, sahur sangat dianjurkan sebelum puasa arafah. Sahur bisa menjadi nikmat dan berkah saat berpuasa. Jauhi hal-hal yang membatalkan puasa Saat menjalankan puasa arafah, menyegerakan berbuka, ketika sudah waktunya berbuka.

Semoga kita senantiasa mendapatkan rahmat dari Allah, sehingga dimudahkan dan digerakkan hati kita untuk menunaikan puasa arafah, dan memperbanyak amal saleh.

*) Sumber gambar : https://awsimages.detik.net.id/community/media/visual/

Penulis : Fatihatul Mubarokah

Editor : Zainal Fanani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *