
Kudu, 2/4/2026 – Uji Kompetensi Keahlian (UKK) menjadi momen krusial bagi siswa Kompetensi Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) di SMK Negeri Kudu untuk menunjukkan kemampuan mereka di bidang produksi pangan. Tahun ini, ujian yang dimulai pada31 Maret 2026 ini mengangkat tema produksi roti dan tepung umbi-umbian.

Kepala Program Studi APHP, Kuswandari, SP, menjelaskan alasan di balik pemilihan paket ini. “Kami memilih paket ini karena daya dukung sarana dan prasarana yang ada di sekolah cukup memenuhi syarat untuk paket tersebut,” ungkapnya. Beliau menambahkan, “Selain itu, sebagian besar murid APHP telah melaksanakan PKL di industri bakery, sehingga mereka sudah lebih siap.”

UKK ini menjadi jembatan penting bagi para siswa APHP untuk membuktikan kompetensi mereka, mengasah jiwa wirausaha, dan mempersiapkan diri menghadapi tantangan di dunia industri pertanian dan pengolahan hasil pertanian.
Proses ujian ini dirancang untuk menguji siswa secara holistik. Dimulai dengan ujian pengetahuan tentang penerapan Good Manufacturing Practices (GMP) pada produksi roti dan tepung, siswa kemudian melanjutkan ke tahap ujian praktik yang sesungguhnya. Di hadapan para penguji, baik dari internal sekolah maupun eksternal, mereka harus mendemonstrasikan keahlian dalam membuat roti dan tepung umbi-umbian. Tahap akhir adalah penyusunan laporan sebagai bukti pertanggungjawaban hasil kerja.
Penguji eksternal yang hadir adalah Arianto dari perusahaan Hachi Donuts, beralamat di Jl. Suromulang, Surodinawan, Prajurit Kulon, Kota Mojokerto. Sementara itu, salah satu penguji internal, Pravita Mahardani, S.TP, menegaskan tujuan utama dari ujian praktik ini. “Dengan ujian ini, kita ingin siswa bisa menunjukkan kreativitas dan inovasi dalam produksi roti manis” katanya. Harapannya, para siswa tidak hanya mampu mengikuti standar, tetapi juga mampu berinovasi menciptakan produk pangan yang lebih beragam dan menarik.
(zen)


