
SMK Negeri Kudu melaksanakan Uji Kompetensi Keahlian (UKK) untuk Kompetensi Keahlian Teknik Permesinan (TPm) yang berlangsung dari tanggal 07 April 2026 hingga 14 April 2026. Ujian praktik ini berfokus pada pemesinan bubut (Turning Machine), sebuah keterampilan fundamental dalam dunia permesinan.
Menurut Eko Wahyu Widodo, S.Pd, Ketua Kompetensi Keahlian TPm, tema yang diujikan dirancang untuk menguji berbagai aspek keterampilan siswa dalam mengoperasikan mesin bubut. “Fokus utama adalah pada pembuatan benda kerja silindris, yang mencakup beberapa teknik penting,” ujarnya.
Teknik-teknik yang diujikan meliputi serangkaian proses penting dalam pemesinan bubut. Dimulai dari pembubutan muka (facing) dan pembubutan rata (straight turning) yang merupakan proses dasar untuk menghasilkan permukaan yang rata dan dimensi yang presisi. Selanjutnya, siswa diuji dalam pembuatan ulir (threading), baik ulir luar maupun dalam dengan standar metrik, sebuah keahlian yang sangat dibutuhkan dalam perakitan komponen mesin. Pembubutan bertingkat (step turning) dan alur (grooving) juga menjadi bagian dari ujian untuk menguji kemampuan siswa dalam menciptakan berbagai bentuk dan dimensi pada benda kerja. Terakhir, pembubutan kartel (knurling) diujikan untuk menguji kemampuan siswa dalam memberikan tekstur pada bagian pegangan benda kerja, yang bertujuan untuk meningkatkan cengkeraman.

Eko Widodo menjelaskan alasan pemilihan topik ini, “Kami memilih topik ini karena menggabungkan beberapa proses sekaligus dalam satu benda kerja, misalnya bubut rata, ulir, dan kartel. Ini bertujuan untuk menguji efisiensi kerja dan pemahaman siswa mengenai urutan proses yang benar sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).”
Pelaksanaan UKK ini dibagi menjadi beberapa tahapan, mulai dari Tahap Persiapan (Pra-Ujian), Tahap Pelaksanaan praktik, Tahap Evaluasi dan Penilaian, hingga Penetapan Kelulusan.
Ujian praktik ini juga melibatkan penguji eksternal dari Bengkel Karya Cipta Jaya, Bagor, Nganjuk, yang turut memberikan penilaian objektif. Tri Wahyuningsih, salah satu penguji internal, menekankan pentingnya aspek non-teknis dalam penilaian. “Pada saat ujian praktik, siswa tidak hanya dituntut fokus pada hasil akhir benda kerja,” tegasnya. “Mereka juga harus menunjukkan Sikap Kerja yang baik, terutama dalam penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta kecepatan dalam melakukan setting alat. Ini semua adalah bukti profesionalisme seorang calon teknisi permesinan.”
(zen)



Maju bersama untuk kompetensi unggul,, alumni teknik pemesinan SMKN KUDU siap bersaing di dunia kerja,