Sekitar 15 km jarak tempat kerja dengan rumah menjadi hal yang biasa dilalui setiap hari. Rutinitas yang mau tidak mau harus dijalani yaitu naik perahu menyebrangi aliran sungai Brantas. Terkadang suasana indah, terlihat pemandangan gunung nun jauh disana ditambah semilirnya angin sepoi yang membuat panas matahari terhipnotis dan klepek-klepek seakan berkhidmat dan sembah sungkem dari seorang anak pada orangtuanya. Lain dikala musim hujan tiba, kilat menyambar bak lampu blitz raksasa diikuti menggelegarnya suara guntur, belum lagi arus bertambah besar deras membawa beronggok sampah menguji nyali para penumpang perahu sehingga tak heran terlihat mencekam dan bibir komat kamit bersholawat berdoa pada Sang Kuasa memohon perlindungan. Haru dan pilu mengantar penumpang sampai di seberang sungai. “Alhamdulillah… !” semua bersyukur dan berbinar saling tatap.
Sambil menunggu hujan reda, menyempatkan gabung bersama para pengguna jasa penyebrangan ini di warung kopi menikmati jajanan ala kampung lengkap dengan kopi hitam dengan sedikit gula. Gayeng ngobrol kesana kemari mulai dari komentator bola, permainan lato-lato sampai pemilu presiden yang akan datang. Bak pengamat politik amatiran yang tak kehabisan bahan meski ada bumbu-bumbu canda tawa hingga tak ada sela untuk saling cela. Dan… Farel Prayoga pun ikut nimbrung melalui YouTube yang diputar pemilik warung, Ojo dibanding bandingke !
Tak perlu membandingkan diri dengan siapapun. Dalam hal ini, membandingkan diri dengan orang lain bukan hanya menyoal kemampuan saja, tetapi juga tentang fisik. Tak sedikit orang yang merasa insecure karena memiliki kondisi fisik yang kurang “ideal”. Padahal dibalik kekurangan pasti ada kelebihan, sehingga supaya kita tidak selalu merasa kekurangan, maka harus fokus pada kelebihan yang kita miliki. Jadi, mulai saat ini selalu untuk fokus terhadap kelebihan yang kita miliki dan selalu berusaha untuk mengurangi rasa insecure. Inilah sebagian dari isi buku tulisan Munita Yeni yang betajuk ‘Baca Buku Ini Saat Engkau Lelah’ .

Peluk sahabat tinggikan martabat
Terkadang kita terlalu sibuk mencintai ini dan itu bahkan sampai kita lupa untuk mencintai diri sendiri, dan itu sungguh melelahkan. Mengapa manusia mulai lupa bagaimana cara untuk mencintai dirinya sendiri? Bukankah sangat melelahkan ketika kita ditinggalkan seseorang? Jika diri kita sendiri yang meninggalkanya, betapa sunyinya? Sinopsis buku ini berkisah, penelitian di Carnegei Mellon University mengatakan bahwa rasa cinta menghasilkan emosi yang positif, hal ini mendorong sistem kekebalan tubuh orang tersebut menjadi lebih sehat. Berawal dengan menerima dan menemukan perasaan cinta kita terhadap diri kita sendiri, tentunya akan membawa kita jauh lebih bersyukur dan meminimalkan risiko stress atau gangguan penyimpangan perasaan sehingga kita akan menemukan cinta dan memiliki cinta. Namun mencintai diri sendiri mempunyai ‘seni’nya tersendiri, karena pada hakikatnya mencintai diri bukanlah mengagumi diri sendiri yang berlebihan dan menimbulkan sifat Narsistic.

Halaman 119
Munita Yeni menulis buku ini menggunakan bahasa yang bisa dibilang hampir sama dengan bahasa sehari-hari. Oleh sebab itu, bagi para remaja yang sering menggunakan bahasa sehari-hari akan mudah memahami setiap pesan dan makna yang ada di dalam buku ini. Apalagi, pada usia remaja, seseorang sangat membutuhkan sejenis masukan agar bisa mencintai dirinya sendiri, tidak selalu merasa bersalah, dan tidak merasa kalau dirinya selalu gagal dalam melakukan suatu hal. “ Aku terbuai dengan pikiranku sendiri, sampai-sampai aku merasa bisa baik-baik saja saat teman-temanku mulai mengambil langkah mundur. Aku merasa baik-baik saja karena aku punya kehidupan lain” ( hal 15).

Ilustrasi lelah berganti cerah
Di akhir buku ini pembaca diajak belajar menerima, menyayangi dan mencintai diri sendiri sehingga lelahpun iri melihat romantisnya kita dengan diri kita sendiri.
Buku ini diterbitkan oleh penerbit Psikologi Corner Yogyakarta tahun 2018, best seller nasional, jumlah halaman 218, genre : buku bantuan diri dengan ISBN : 978-602-5907-78-4. Selamat berliterasi…
(admin/zen)


